Modal Nekat Jalan-jalan ke Singapura
Singapura adalah negara ketiga yang gue kunjungi untuk liburan. Kalau sebelumnya ke Thailand bareng rombongan tur dan ke Korea Selatan bareng kakak-kakak yang sudah pengalaman jalan sendiri ke luar negeri, kali ini pakai modal nekat ke Singapura bareng mama dan adik.
Kok modal nekat? Secara ini pertama kalinya jadi ketua geng #lebay. Karena mama termasuk orang tua yang gaptek dan baru pertama kali ke luar negeri tanpa tur. Selain itu, ini juga pertama kalinya adikku ke luar negeri, jadi pemahamannya ga terlalu banyak. Mulai dari susun itinerary, pesan tiket pesawat, dan booking hotel, semuanya diserahin ke gue.
Takut nyasar? Iya. Takut mama capek naik-turun tangga ke stasiun MRT? Iya. Dan yang paling parah, takut mama kelaperan. Mama ini setiap 3 jam sekali harus makan, kalau ga katanya sih keliyengan. Tapi akhirnya dengan modal nekat dan pikiran kalau mama udah tua trus kapan lagi bisa ajak mama jalan-jalan begini, pergilah kita bertiga ke Singapura.
Karena pergi sama mama, pilihan tempat wisatanya terbatas. Anaknya pengen ke tempat gahoel, mamanya pengen ke tempat belanja #anaknyangalah. Tapi tetep dong harus kunjungi tempat hits di Singapura!
Tempat pertama yang kita kunjungin adalah area Bugis karena penginapan kita ada di area itu. Nama penginapannya ABC Backpackers Hostel. Karena sampai sana udah malam, jadi kita cuma cari makan sambil masuk ke gang-gang yang ada.
Hari berikutnya kita berangkat dari penginapan jam 6.30an, rencananya mau ke Haji Lane dan Patung Merlion biar kalau foto ga ada banyak orang di backgroundnya. Tapi eh tapi, jam segitu di Singapura masih gelap dan sepi, beneran sepi. Coba aja di Jakarta dan sekitarnya, dari jam 5.00 pagi juga udah pada berangkat kerja hahah. Karena masih gelap, ga bisa foto-foto di Haji Lane jadi kita cuma jalan-jalan santai menuju ke stasiun MRT untuk ke Patung Merlion.
Untuk ke Patung Merlion ini, kita jalan kaki melewati Hotel One Fullerton sambil nikmatin suasana jalanan di daerah itu.
Di area Patung Merlion ini ada aunty penjual es leci *lupa foto*, dia kagum sama kita dan bilang "wow, you're so early". Yaudah aunty, maafkan kita yang sudah terbiasa bangun pagi ini hahah. Kita pun amazing orang Singapura mulai kegiatannya "cukup siang".
Setelah puas nongkrong di Patung Merlion, kita pergi ke Gardens By The Bay yang lokasinya bisa ditempuh dengan jalan kaki lewat jembatan Helix yang kelihatan dari Patung Merlion. FYI, meski bisa ditempuh dengan jalan kaki, jaraknya lumayan jauh. Butuh waktu 20-30 menitan. Kalau kamu ga biasa jalan kaki, silahkan dipikirkan kembali hehe.
Setelah nanya orang bolak-balik biar ga usah kesasar, tibalah kita di Gardens By The Bay. Di sini, kita cuma masuk ke Flower Dome karena irit budget #ngek. Lagian si mama juga kayanya ga tertarik liat air terjun yang ada di Cloud Forest Dome #thanksgod.
Waktu ke sana temanya lagi Chinese New Year, jadi dekorasinya bisa langsung ketebak.
Abis dari Gardens By The Bay, saatnya nemenin mama muter ke mall yaitu VivoCity Mall. Dari VivoCity ini kita bisa ke Universal Studio baik itu jalan kaki atau naik monorail. Karena ga ada niatan main ke Universal Studio, jadi kita iseng aja jalan kaki ke arah sana buat cuci mata.
Udah cape dari VivoCity jalan-jalan ga karuan, saatnya pindah ke Chinatown. Di Chinatown ini kaya surganya jajanan dengan beberapa objek wisata di sekitarnya. Kaya Glodoknya Jakarta, deh.
Kunjungan ke Chinatown ini mengakhiri perjalanan hari kedua di Singapura. Keesokan hari adalah hari terakhir dengan penerbangan ke Jakarta jam 3 sore. Jadi kita bangun super pagi buat belanja ke Mustafa Center yang buka 24 jam dan barangnya super komplit.
Kita belanja bar-bar cuma di sini. Mulai dari pegawai yang ada cuma seiprit, lampu cuma beberapa yang dinyalain sampai tiba-tiba tempat ini jadi rame dan banyak pengunjung. Di sini jual berbagai macam barang, mulai dari perlengkapan sehari-hari, jam tangan, makanan, minuman, elektronik, sampai emas #buset. Si mama ngeborong sabun mandi bayi karena kulitnya yang sensitif dan udah bosen sama merek yang ada di Indonesia #dasarwanita.
Abis puas belanja di Mustafa Center, kita jalan-jalan ke Bugis Street dan Bugis Junction. Gue ga beli apa-apa di sana karena menurut gue bajunya mirip sama yang dijual di Jakarta dan harganya lebih mahal pula.
Hari terakhir ini ga ada matahari sama sekali, bau-baunya sih mau hujan. Dan bener aja, pas mau jalan ke MRT menuju bandara hujan lebat turun. Ya wasalam deh, koper-tas-baju basah kuyup. Lalu, hujan hari itu mengingatkan gue sama hari terakhir gue di Thailand dan Korea Selatan. k e n a p a h a r u s h u j a n d i h a r i t e r a k h i r ? ? ? Mungkin langit pun sedih gue harus pulang #eaa ahahahah.
Komentar
Posting Komentar